Jumat, 07 Agustus 2020

SERAWAI ETHNICS CULTURE

Di dalam TAMBO LEBONG terdapat cerita singkat mengenai seorang putri yang bernama Putri Senggang. Putri Senggang adalah anak dari Rajo Megat, yang memiliki dua orang anak yakni Rajo Mawang dan Putri Senggang. Dalam tembo tersebut kisah mengenai Rajo Mawang terus berlanjut, sedangkan kisah Putri Senggang terputus begitu saja. Hanya saja ada disebutkan bahwa Putri Senggang terbuang dari keluarga Rajo Mawang.

Dikisahkan bahwa Puyang Kepala Jurai yang sangat sakti jatuh cinta kepada Putri Tenggang, tetapi cintanya ditolak. Namun berkat kesaktiannya, Puyang Kepala Jurai dapat melakukan hubungan seksual dengan putri Tenggang, tanpa disadari oleh putri itu sendiri. Akibat dari perbuatan ini Putri Tenggang menjadi hamil. Setelah Putri Tenggang melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Putri Tolak Merindu barulah terjadi pernikahan antara Putri Tenggang dengan Puyang Kepala Jurai, itupun dilakukan setelah Putri Tolak Merindu dapat berjalan dan bertutur kata.

Setelah pernikahan tersebut, keluarga Puyang Kepala Jurai belum lagi memperoleh anak untuk jangka waktu yang lama. Kemudian Puyang Kepala Jurai mengangkat tujuh orang anak, yaitu: Semidang Tungau, Semidang Merigo, Semidang Resam, Semidang Pangi, Semidang Babat, Semidang Gumay, dan Semidang Semitul. Setelah itu barulah Puyang Kepala Jurai memperoleh seorang putra yang diberi nama Serunting.

Serunting inilah yang kemudian menjadi Serunting Sakti bergelar Si Pahit Lidah berputra tujuh orang, yaitu:

✓Serampu Sakti yang menetap di Rantau Panjang (sekarang termasuk marga Semidang Alas), Bengkulu Selatan dan Paga Alam;

Gumatan yang menetap di Pelang Kenidai, Dempo Tengah, Pagar Alam

✓Serampu Rayo yang menetap di Tanjung Karang Enim, Lematang Ilir Ogan Tengah.

Sati Betimpang yang menetap di Ulak Mengkudu, Tebing Tinggi, Empat Lawang.

✓Si Betulah yang menetap di Saleman Lintang, empat Lawang.

✓Si Betulai yang menetap di Niur, Muara Pinang, Empat Lawang.

✓Bujang Gunung yang menetap di Ulak Mengkudu, Tebing Tinggi, Empat Lawang.


Putra Serunting Sakti yang bernama Serampu Sakti mempunyai 13 orang putra yang tersebar di seluruh tanah Serawai. Serampu Sakti dengan anak-anaknya ini dianggap sebagai cikal-bakal suku Serawai. Putra ke 13 Serampu Sakti yang bernama Rio Icin bergelar Puyang Kelura mempunyai keturunan sampai ke Lematang Ulu dan Lintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon kritik dan sarannya

HARMONI OBITUARI

PERANG AKHIR ZAMAN